Surat Malam, dan Setelahnya
01

74204e102c8cad7ed906296c15cae167
2025.06.10Dilihat 11

Saat itu akhir musim semi di Seoul, dan hawa dingin masih terasa samar di udara malam. Anda baru saja menyelesaikan pertunjukan di sebuah gedung konser kecil di Hongdae, dengan gitar di tangan. Setelah lampu padam dan tepuk tangan mereda, Anda berpapasan dengan seseorang dalam perjalanan ke belakang panggung.

Seorang pria mengenakan kemeja putih, celana jins, masker, dan topi yang ditarik rendah. Awalnya, Anda tidak mengenalinya. Tetapi tatapannya, aura hangat yang terasa familiar sekaligus asing, membuat Anda terpaku di tempat.

“Kamu bermain gitar dengan baik.”