Aku yang istimewa.
Episode | 36




๊น์์ง
...apakah kamu baik-baik saja?



๊น์์ง
...Maafkan aku, oppa.


๊น์์ง
Saya menyesal baru menyadari betapa sulitnya yang dialami oleh tokoh utama kita.


๊น์์ง
Tanpa menyadarinya, saudaraku...

๊น์ฌ์ฃผ
...apakah kamu baik-baik saja?

๊น์ฌ์ฃผ
Mungkin lebih baik jika kamu tidak tahu.

๊น์ฌ์ฃผ
...Aku benar-benar tidak ingin membuatmu khawatir, oppa...

๊น์ฌ์ฃผ
Aku benci karena hubunganku dengan saudaraku tidak baik,

๊น์ฌ์ฃผ
Saya rasa belajar adalah penyebab keretakan hubungan antar saudara saya.

๊น์ฌ์ฃผ
Jadi, aku benar-benar ingin memberi tahu ibuku bahwa aku akan berhenti belajar...

๊น์ฌ์ฃผ
Tapi aku tidak ingin membuat adikku khawatir.

๊น์ฌ์ฃผ
Selain itu, kamu merasa buruk karena aku.

Sekarang aku bahkan takut bertemu orang lain.

Saya tidak mempelajari apa pun di rumah atau sekolah yang dapat membantu saya beradaptasi dengan baik di masyarakat.

Jadi, saya tidak tahu bagaimana memperlakukan orang lain.

Aku akan semakin kesepian seperti itu.



๊น์์ง
Kita adalah keluarga.


๊น์์ง
Aku kakak laki-lakimu.


๊น์์ง
Wajar untuk mengkhawatirkan hal-hal kecil.


๊น์์ง
Inilah cara hubungan kita menjadi lebih dekat.


๊น์์ง
Ini sama sekali bukan salahmu.


๊น์์ง
Mungkin...ini salahku karena tidak tahu apa-apa.


๊น์์ง
Masih ada banyak waktu bagi kita untuk bersama.


๊น์์ง
Aku akan berbuat lebih baik untukmu.


๊น์์ง
Yeoju, aku lebih peduli padamu,


๊น์์ง
Saya akan memastikan hal ini tidak akan pernah terjadi lagi.

Kakakku memelukku erat saat aku menangis.

Betapa aku merindukan perasaan ini.

Betapa putus asa saya membutuhkan uluran tangan ini.

Rasanya aku baru saja menumpahkan semua air mata yang selama ini kutahan.



๊น์์ง
...Maafkan aku, maafkan aku, oppa.


๊น์์ง
Setiap hari pasti terasa seperti neraka... Aku menyesal kau tidak mengetahuinya.


๊น์์ง
Tokoh utama kita...


๊น์์ง
Abang saya...

๊น์ฌ์ฃผ
Ugh...ugh...


๊น์์ง
Menangislah... karena ini sangat sulit.


๊น์์ง
Teman yang seharusnya dekat malah menjadi pesaing,


๊น์์ง
Keluargaku, yang selalu mendukungku, mulai menyakitiku ketika nilaiku turun.


๊น์์ง
Aku tahu bagaimana rasanya bagimu menangani sesuatu di usia yang begitu muda, karena aku sendiri pernah mengalaminya.


๊น์์ง
...Aku selalu menginginkan saudaraku bahagia.


๊น์์ง
Saudaraku... sungguh tidak pantas menjadi saudaraku...


๊น์์ง
Tidak apa-apa kalau kau membenciku, oppa.


๊น์์ง
Tapi jangan pernah membenci diri sendiri.


๊น์์ง
Dan ingatlah ini:

"Kamu istimewa."

Terima kasih telah menjadi nomor 1 kemarin dan hari ini๐

Dilarang mengintai